Sejarah Prodi

Program Studi Hukum keluarga Islam FAI-UMM

Ketua Program Studi  : Idaul Hasanah, S.Ag., M.H.I.
Kepala Lab. Syari'ah  : Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.H.I.

Program Studi Hukum Keluarga Islam bertujuan untuk menghasilkan sarjana Strata Satu di bidang syari'ah dan hukum khususnya di bidang hukum keluarga Islam yang memiliki integritas keilmuan, integritas moral, keahlian advokasi hukum Islam melalui lembaga formal dan non-formal baik secara individual maupun kolektif, serta memiliki kemampuan untuk berdakwah dan berperan serta memajukan kehidupan masyarakat berkemajuan.

Latar Belakang

Berdirinya Program Studi Hukum Keluarga Islam pada tanggal 09 Februari 1989 yang berawal dengan nomenklatur Jurusan Syariah kemudian berganti menjadi Program Studi Ahwal Syakhshiyyah pada tahun 2000. Berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam pada tanggal 22 Maret 2019 dilakukan perubahan nomenklatur menjadi Program Studi Hukum Keluarga Islam dengan gelar akademik S.H yang bertujuan memenuhi harapan masyarakat dalam rangka membangun kualitas perguruan tinggi yang sesungguhnya (The Real University).

Sejak tanggal 31 Oktober 2015, berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 1122/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2015 menyatakan bahwa Program Studi Hukum Keluarga Islam terakreditasi dengan peringkat A yang bertujuan mengantarkan mahasiswa ahli di bidang Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Program Studi Hukum Keluarga Islam telah melakukan terobosan dengan mengembangkan proses pembelajaran dan kelembagaan agar mampu memberi bekal keilmuan hukum Islam kontemporer kepada calon sarjana hukum Islam, sehingga mereka berkontribusi dalam pengembangan hukum Islam dengan tujuan mencetak Ulama’ Tarjih yang berkemajuan serta mampu memberi solusi terhadap problematika hukum Islam yang dihadapi masyarakat.

Penunjang proses pembelajaran calon sarjana hukum Islam dilengkapi laboratorium Syari'ah sebagai tempat pelatihan dalam berbagai bidang seperti penyelenggaraan haji, perawatan jenazah, praktik menentukan awal bulan Hijriyah dengan metode hisab maupun rukyat, praktikum waris, dan peradilan agama. Di samping itu, Laboratorium Syari'ah juga membuka layanan konsultasi agama dan hukum Islam bagi masyarakat umum, seperti waris, pernikahan, zakat dan lain-lain.

Shared: